Sedikit Cerita ;)

Haloooo !!!
Jumpa lagi sama saya ;;) Lama nggak posting nih, gara-gara keranjingan mini blog :p
Sebenarnya sama aja sih, tapi yang itu lebih…mmm..tersembunyilah🙂
Oke deh, langsung aja, kali ini saya mau berbagi sedikit cerita aja, bukan fiksi. Yaah, mengenang-mengenang dikit gitu deh😀
Check this out !😉

Mmmm… bingung nih, mulai dari mana. Hari itu tanggal 24 Agustus 2013. Tepat hari dirayakannya ulang tahun sekolahku tercinta😀 Berhubung sudah kelas XII, kelasku ingin total di acara kali ini. Setelah berulang kali musyawarah beberapa hari sebelum hari ini, akhirnya terpilihlah satu tema yang…engg…kami sepakati ; Resident Evil !
Pagi itu, aku datang ke sekolah kira-kira jam setengah 7 (padahal janjian jam 6, ngaret dikit :p) untuk bantu make-up temen2 yang berperan jadi Ada Wong (aku juga). Sedang yang cowok2-yang jadi zombie udah diatasi sama kakaknya si Fullo ;p
Nah pas lagi sibuk2nya make-up, gerombolan zombie-dari rumah Fullo-datang. Aku sih nggak noleh sama sekali karena lagi konsen make-up-in temen, sampai sepasang tangan dingin mampir nutupin mataku -____- dan begitu noleh…
Subhanallah bener deh! Jelek banget! *mbatin doang*
Perut sampe geli nahan ketawa. Nggak tega sih mau ngakak. Gimanapun juga rupanya, aku masih kenal kok ;;)
Nah, setelah kesibukan make-upnya dan dimake-up-innya selesai, langsung lari ke lapangan belakang, dan acara pun dimulai.😀 Jalan-jalaannn………
Usai jalan-jalan, ada bazaar dan acara-acara lain.
Aku masih ingat betul. Dibawah terop, beralas karpet, aku, teman-teman yg lain, dan kamu, duduk bersila, menikmati acara. Bergurau, tertawa bersama. Pun kita🙂 sampai pada akhirnya aku yang bodoh. Salah ucap. Sungguh tidak sengaja. Bukan karena apa-apa, aku benar-benar salah ucap. Yang begitu aku sesali saat itu juga, kesalahan itu membuatmu marah. Sungguh, aku merasa bodoh.
Begitu melihatmu terdiam, aku merutuki diriku sendiri dalam hati berulang kali, kenapa bisa sampai sebodoh itu. Sampai pada akhirnya, kamu mengajakku kembali ke ruang kelas untuk membersihkan make up.
Kau tahu ? Aku begitu merasa bersalah melihatmu tetap dingin seperti itu, hingga akhirnya aku tak bisa bertahan. Menangis. Iya. Dan kamu malah tertawa seraya mengatakan marahmu hanya bercanda. Pura-pura.
Ingin rasanya kulepas sepatu bootku dan ku lempar tepat ke hidungmu !
Tapi yg aku bisa hanya menangis sambil tertawa-seraya menghujani lenganmu dengan pukulan dan cubitan ringan. Kamu tergelak. Tawa renyahmu mengalir seiring dengan ejekan “cengeng” kepadaku.
Hmm…itu hanya salah satu kenangan sederhana diantara ratusan lainnya-yang membuatku selalu tersenyum ketika mengingatnya.

Nah, itu tadi sedikit cerita lama saya dengan lagu kebangsaan “Tompi-Menghujam Jantungku”🙂 *tisumanatisu:p*

-Hey, ingat betapa susahnya membersihkan luka palsumu ? Jangan berdandan aneh-aneh lagi ya !😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s