Untitled#2

Hujan masih belum bosan turun.
Kutiupkan sehembusan napas ke kedua telapak tanganku yang mulai pucat karena dingin dan basah. Kuarahkan pandangan ke ujung gang, dan kudapati seseorang laki-laki berseragam sekolah tengah berlari menembus hujan. Kamu.
Tak sampai semenit, kau sudah berdiri di hadapanku.
Sayangnya aku sudah membeku, dan tak ada niat darimu untuk berusaha mencairkannya. Hanya diam. Entah berapa lama. Seperti sama-sama sedang asyik mengobrol dengan diri sendiri, hingga saling tak sadar sedang berdiri berdampingan.
Aku bosan. Sangat bosan. Aku terluka, dan aku rasa kau tak menyadarinya.

tobecontinued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s