Chasing the Rainbows

sebenarnya aku tak paham

aku merasa asing dengan tempatku berada

tapi kulihat ada ayah

pikiranku melega

aku kira aku masih di rumah

 

sore itu aku melihat diriku sendiri tengah menatap langit

lekat

tak berkedip

ternyata di ufuk timur-

pelangi tampak gagah membingkai senja

 

aku melihat diriku tersenyum

 

tapi sedetik kemudian

aku mendapati tubuhku tengah melaju melawan angin

aku berlari

mengejar….pelangi

 

tengah jalan

aku dihadapkan persimpangan

dua jalan,

lurus atau ke kanan

 

otakku bekerja cepat

tanpa pikir panjang

kedua kakiku berlari menelusuri jalan ke kanan

 

di pikiranku

aku sangat takut terlambat lagi

 

ingin membidik langit senja itu meski sekali

hanya sebuah bidikan saja, aku rasa cukup daripada tidak

lalu kutunjukkan pada sosok yang tengah kurindukan

semoga cukup untuk sebuah senyuman

 

di tengah aku berlari

tiba-tiba tubuhku terasa sangat ringan

tidak lagi berpijak pada jalanan aspal yang hitam

bagaimana bisa aku terbang?

 

aku menoleh cepat ke arah timur

dan kudapati pelangi itu memudar

 

kukerahkan seluruh sisa tenangaku

untuk bergerak lebih cepat lagi

tapi aku masih tak berpijak di bumi

di ufuk timur

pelangi kian memucat

aku gelisah

ketakutan

 

lalu ketika kakiku sudah kembali berpijak di sebuah tempat lapang

tak ada lagi lengkungan warna-warna yang dengan indahnya membingkai senja hari itu

tak ada segores pun yang tersisa

berganti langit berselimut mendung kehitaman

 

lagi,

aku terlambat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s