In a Beautiful Way

awalnya aku bilang tidak.
begitu pula dirimu.

awalnya aku bilang hanya satu, dia.
kau pun bilang begitu.

awalnya aku bilang “kami tetap sahabat, dan sudah nyaman akan itu”
pendapatmu pun serupa.

tapi coba lihat,
apa yang Dia lakukan kali ini

dengan cara yang indah
Dia keringkan goresan luka yang sama-sama kita punya
Dia basuh kemarau panjang di hati kita dengan kasih tanpa jeda-Nya

hingga tiba-tiba segalanya mengalir tak terduga

tidak lagi seperti yang terucap

karena memang Dia yang berkuasa, bukan makhluk-Nya

kini karena-Nya
kita bukan sedang berjalan di jalan yang sama
kita tidak melangkah pada tujuan yang serupa
hanya mungkin sedang pada arah yang sama
entah untuk berapa lama Dia menginginkannya

untuk kita,
aku,
dirimu,
dia, dan dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s