Bagaimana Jika

Menatap kedalaman mata teduhmu
Membuatku teringat akan suatu hal

Bagaimana jika detik berikutnya setelah ini, aku tak dapat menikmati keteduhan itu lagi?
Bagaimana jika senja tadi kali terakhir pelangi menampakkan sinarnya?
Bagaimana jika pelangi yang selalu kau jaga, tiba-tiba saja pudar dan menghilang?
Masihkah kau bersedia menantinya?

Lalu bagaimana jika esok hari, yang dapat kau temui hanyalah raga kaku yang telah mendingin?
Bagaimana jika mulai esok hari, senyum serta tawaku hanya dapat kau temui terbingkai diantara merah langit senja?
Akankah kau masih setia menatapnya?

Marahkah kau?
Sedihkah?
Aku harap kau tetap bersama senyummu

Lalu apa yang kau simpan setelahnya?
Masihkah kau ingin menyimpannya?
Jika ” ya”,
Maka simpanlah yang ingin kau kenang,
Tapi urungkan jika hal itu goreskan luka

Sejujurnya aku benci menulis hal ini,
Tapi entahlah,
Aku hanya terbayang saat hari esok bukan milik kita lagi

Aku hanya berpikir,
bagaimana aku bisa mendengar ceritamu lagi?
Bagaimana aku bisa melepas rindu pada sepasang mata teduh itu lagi?
Masihkah aku dapat mengamini setiap doamu?
Dan apa aku masih bisa melihatmu dari atas sana?

Hmm…
Aku rasa,
Semua terserah pada-Nya

*Dia Yang Maha Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s