Biar terjatuh :)

B : “Talimu.. Awas jatuh!”

C : (tersenyum) “Dulu, mungkin akan dengan segera kuikat, atau sengaja membiarkannya untuk menggoda seseorang”

B : “Bedanya dengan sekarang?”

C : “Mulai sekarang biar saja. Biar aku terjatuh.”

B : “Ha?”

C : “Ke hati yang lain”

B : “Yakiiin?”

C : “Hahaha enggak”

Fractura Hepatica ? Siapa takut ;)

Image

Haloo ! Balik lagi nih ;)

Nngg, hati sih sebenernya pengen nge-date sama fisika, tapi apalah daya ketika kata-kata garing dalam otak bejubel pingin keluar semua. Dan finally….I’m here ! Entah. Kepikiran sama satu nama penyakit yang pernah aku dengar dari salah satu tutor fisika ku yang kece di tempat les *lupa inisial-__-*

Fractura Hepatica

Nah. Ini nih. Saking penasarannya sampai browsing di Google *pas unmood siang tadi*, terus tiba-tiba lahir inspirasi buat nulis. :|

Fractura berarti “patah” dan hepatica berarti “hati”. So, fractura hepatica tergolong penyakit hati. Yaa bukan secara fisik sih. Lebih ke perasaannya. Berdasarkan info yang aku baca dari Google, dibawah fractura hepatica masih ada lho, namanya “fiscura hepatica” dan artinya adalah “retak hati”. Nngg, tapi kayaknya apapun namanya itu kalo masalah ‘sakit hati’ sama saja nggak enak ! *oke, jujur, sedang ngalamin*

Susah. Memang. Tapi semua orang ‘normal’ pasti akan melewati masa kayak gini kok. Yang namanya jatuh pasti sakit, apalagi jatuh cinta. Yang namanya patah hati pasti bikin galau, sedih. Tapi akan ada saatnya kita akan paham, bahwa yang pergi memang hendaknya diikhlaskan. Mungkin, bukan dia ‘Prince charming’ yang Sang Pencipta siapkan buat kita. Anggap aja masih nyasar. Tapi ketika saatnya tiba, bakal pulang kok :) 

Thinking positive ! Berarti dia bukan yang terbaik untuk kita, ada yang lebih baik lagi ntar, gitu aja. Just make it simple, girls! *wesss lihat tengkuk git lihaat!* Nangis sih boleh *sering* tapi nggak boleh mendung terus dongg! Sesedih, segalau, sehancur apapun kita harus bisa tunjukkan, terutama ke dia yang bikin kita terluka, bahwa kita tidak tertunduk, bahwa kita baik-baik saja tanpanya * :’D 

Tapi gimanapun juga “All we have to do is move on” :)

Move on bukan berarti udah hilang perasaan dongg. Bukan berarti udah punya kecengan lagi. Nggak se-simple itu kali-___-

Mmmm, kalo menurutku pribadi sih, move on lebih ke ‘mengikhlaskan’. Iya. Mengikhlaskan apa yang pergi. Merelakan apa yang harusnya direlakan, sambil belajar dewasa perlahan. Lalu berusaha menyambut yang datang *kalo belum siap sih jangan*

Aku sendiri sih memang masih, tapi.. I feel a little bit better now :) Just simple : I think, I’m no longer a reason for him to smile. So, maybe someone has(had) to do it better than me, hmm.. I wish :)

Yang harus kita lakukan adalah terus berjalan bukan ? Dunia ini luas. Bukan hanya itu. Kita akan dipertemukan dengan jutaan manusia yang lain. Dan ketika saatnya tiba, salah satu dari milyaran manusia itu adalah yang sudah digariskan oleh Sang Maha Cinta  untuk kita. Ini hanya proses. Let’s enjoy it ! ;)

Percaya suatu hari nanti kita pasti bakal jatuh cinta lagi, tentunya *semoga* dengan orang yang lebih baik :)

So, Fractura hepatica ? Who’s afraid ?

Image

 

~Maaf garing, just sharing :) Your response, please :)

Dengan Caraku

Awalnya
aku bukanlah seorang yang mudah jatuh
apalagi dengan sosok asing-
yang tanpa sengaja tertangkap mataku
tapi keterbiasaan membuat semuanya berubah

Rasa itu tiba, menyelinap dalam diam
dan entahlah, aku menikmati setiap degup karenanya
setiap desir yang membuatku mengikuti iramanya
Entah sadar atau tidak

Aku yang mengagumimu dan tanpa pernah mengungkap
memimpikanmu dengan rasa yang terperangkap
Aku yang merindukanmu tanpa alasan
yang selalu menjangkaumu dengan doa setiap malam

Aku tak akan minta atau menuntut apapun
Aku tak akan memohon untuk kau pedulikan
Aku tak akan mengemis agar kau rindukan
Cukup diam, menatap dari kejauhan

Tak perlu kau berpikir tentangku
Tak perlu kau tau sebab semua rasaku
Biar saja dalam hening aku merindukanmu
Biar saja hanya melalui doa, aku bisa menyentuhmu
yang boleh kau tahu,
aku mencintaimu dengan caraku :)

“Dengan Caraku” ~ 10 Sept. 2013
tugas mapel B.IND; membuat puisi

LUKA KALA ITU

Hitamnya malam tak sekelam jiwaku kala itu
Lilin harapan di hati mengecil,
Tertiup dahsyatnya angin yang juga meluluh-lantakkan hatiku…

Berharap sebuah cahaya datang menerangi
Tapi cahaya itu meredup dan menjadi gelap
Berharap sebuah kehangatan meyelimuti hatiku..
Tapi kedinginan yang menusuk rusukku..
Berharap datang serdadu melindungi diriku..
Tapi serdadu itu membidikku..

Dan dia benar-benar telah pergi…
Membawa semua rasa yang pernah ada untukku
Tanpa menyisakan setetes pun itu dihatiku..

Kepingan hati ini pecah untuk yang kesekian kali…
Kenyataan yang harus kuhadapi
Membuatku terlalu sakit untuk tetap tegak berdiri..
Dan aku terjatuh lagi…

Hingga kini..
Semua luka yang pernah ada itu
Membelengguku dalam sebuah ketakutan,
Ketakutan akan cinta..

Dan mengurungku dalam sebuah kenangan yang hitam..
Dengan luka yang masih menganga

~June2010